Inventarisasi Desa-Desa Potensi Budidaya Perikanan di Kecamatan Aru Utara Timur Batuley
Desa Kobamar

Desa Kobamar adalah salah satu desa yang terdapat di Kecamatan Aru Utara Timur Batuley yang juga merupakan ibu kota dari kecamatan tersebut. Desa Kobamar memiliki jumlah penduduk adalah 350 jiwa. Letak Geografis Desa Kobamar adalah 05° 44,619’ LS dan 134° 39,273’ BT. Mata pencaharian utama masyarakat di Desa Kobamar adalah sebagai pembudidaya kepiting bakau. Sedangkan yang mata pencaharian alternatif adalah sebagai nelayan dan petani. Usaha Budidaya kepiting bakau biasanya dilakukan saat masyarakat yang menangkap kepiting bakau harus memelihara kepiting bakau tangkapannya tersebut dalam kurungan. Kepiting bakau dipelihara di dalam kurungan ketika kepiting bakau tangkapan mereka cacat sehingga perlu dipelihara terlebih dahulu agar dapat dijual kemudian. Menurut pengakuan masyarakat, saat dipelihara kepiting bakau mereka sering mati ataupun bobot yang jauh berkurang. Hal ini dikarenakan pembudidaya di Desa Kobamar mengaku kurang paham cara budidaya kepiting bakau yang baik. Pembudidaya kepiting bakau menangkap kepiting bakau di Desa Kobamar adalah dengan menggunakan bubu ataupun menggunakan kail untuk mengeluarkan kepiting bakau dari sarang tempatnya hidup. Pembeli yang biasanya membeli kepiting bakau di Desa Kobamar adalah pembeli yang memang berasal dari Desa Kobamar, yakni: Bapak Marthen Jitai (Rp. 180.000,-), Bapak Derek (Rp. 180.000,-), Bapak Meki Sallay (Rp. 180.000,-) dan Bapak Bernadus (Rp. 180.000,-).
Desa Kabalsiang


Desa Kabalsiang berada di Kecamatan Aru Utara Timur Batuley yang tepat bersebelahan dengan Desa Benjuring. Desa Kabalsiang memiliki jumlah penduduk adalah 783 jiwa, 386 jiwa di antaranya adalah perempuan. Sedangkan jumlah jiwa laki-laki adalah 397. Letak Geografis Desa Kabalsiang adalah 05° 44,160’ LS dan 134° 48,761’ BT. Masyarakat di Desa Kabalsiang mayoritas bermata pencaharian sebagai Pembudidaya rumput laut. Sedangkan mata pencaharian alternatif adalah nelayan. Jenis rumput laut yang dibudidayakan adalah Eucheuma cottonii. Metode yang digunakan untuk membudidayakan rumput laut di Desa Kabalsiang adalah Metode longline. Hanya saja metode longline yang digunakan di Desa Kabalsiang dan di sebagian besar wilayah di Kabupaten Kepulauan Aru adalah metode longline yang telah dimodifikasi. Penggunaan pelampung dan jangkar yang umum digunakan pada metode longline diganti dengan menggunakan tiang yang ditancap ke dasar perairan.
Kegiatan budidaya rumput laut di Desa Kabalsiang dapat dilakukan pada kedua musim yakni musim barat maupun musim timur. Menurut pembudidaya di Desa Kabalsiang, ketika musim timur (Oktober – Januari) datang dimana sering terjadi ombak, mereka biasanya memindahkan lokasi budidaya rumput laut ke areal yang lebih terlindung seperti di dalam selat. Hambatan yang seringkali dihadapi oleh pembudidaya rumput laut di Desa Kabalsiang adalah serangan dari penyakit ice-ice. Pembudidaya mengaku kewalahan menangani penyakit tersebut jika sudah terjangkit. Oleh karenanya, pembudidaya harus memanen lebih cepat rumput laut mereka jika sudah terjangkit penyakit ice-ice. Untuk mengatasi masalah serangan penyakit ice-ice, pembudidaya rumput laut di Desa Kabalsiang perlu ditingkatkan pengetahuannya terkait penanganan rumput laut agar terhindar dari penyakit ice-ice. Pembeli yang biasanya membeli rumput laut di Desa Kabalsiang ada yang berasal dari Desa Kabalsiang, namun ada juga yang berasal dari Dobo. Pembeli yang berasal dari Kabalsiang adalah Ibu Lisa (Rp. 26.000,-), Ibu Ety Limbers (Rp. 26.000,-) Bapak Neles Djamjik (Rp. 26.000,-), Bapak Hendro Anggrek (Rp. 26.000,-), Bapak Han (Rp. 26.000,-), Bapak Odo Guteli (Rp. 26.000,-) dan Bapak Metusala Salay (Rp. 26.000,-). Sedangkan Bapak Tompeng (Rp. 30.000,-) adalah pembeli yang berasal dari Dobo.
Desa Benjuring


Desa Benjuring berada di Kecamatan Aru Utara Timur Batuley yang tepat bersebelahan dengan Desa Kabalsiang. Letak Geografis Desa Benjuring adalah 05° 44,559’ LS dan 134° 48,758’ BT. Masyarakat di Desa Benjuring mayoritas bermata pencaharian sebagai Pembudidaya rumput laut. Sedangkan mata pencaharian alternatif adalah nelayan dan petani. Jenis rumput laut yang dibudidayakan adalah Eucheuma cottonii. Metode yang digunakan untuk membudidayakan rumput laut di Desa Benjuring sama seperti yang digunakan di Desa Kabalsiang yakni adalah Metode longline yang dimodifikasi. Kegiatan budidaya rumput laut di Desa Benjuring dapat dilakukan pada kedua musim yakni musim barat maupun musim timur. Menurut pembudidaya di Desa Benjuring, ketika musim timur (Oktober – Januari) datang dimana sering terjadi ombak, mereka biasanya memindahkan lokasi budidaya rumput laut ke areal yang lebih terlindung seperti di dalam selat. Hambatan yang seringkali mereka hadapi adalah serangan dari penyakit ice-ice. Oleh karenanya, pembudidaya harus memanen lebih cepat rumput laut mereka jika sudah terjangkit penyakit ice-ice. Untuk mengatasi masalah serangan penyakit ice-ice, pembudidaya rumput laut di Desa Benjuring perlu ditingkatkan pengetahuannya terkait penanganan rumput laut agar terhindar dari penyakit ice-ice. Pembeli yang biasanya membeli rumput laut di Desa Benjuring adalah pembeli yang memang berasal dari Desa Benjuring, yakni: Ibu Nelly (Rp. 26.000) dan Bapak Arifin (Rp. 26.000,-).