Pembinaan Pelaku Usaha Pengolah Perikanan di Kecamatan Aru Tengah Selatan (Desa Mesiang dan Desa Gomo-Gomo)
Bidang Pengelolaan dan Penyelenggaran Tempat Pemasaran Ikan melakukan kegiatan pembinaan pelaku usaha pengolah perikanan di Kecamatan Aru Tengah Selatan yaitu Desa Mesiang dan Desa Gomo-Gomo. Maksud dari pelaksanaan kegiatan ini yaitu :
- Meningkatkan pengetahuan pelaku usaha pengolah perikanan di Kecamatan Aru Tengah Selatan (Desa Gomo-Gomo dan Desa Mesiang) tentang pentingnya cara penanganan ikan asin dan rumput laut agar hasil olahannya terjamin mutu dan keamanannya.
- Meningkatkan pengetahuan pelaku usaha pengolah perikanan ikan asin dan rumput laut tentang cara-cara penanganan yang baik.
Kegiatan pembinaan pelaku usaha pengolah perikanan dilaksanakan di Kecamatan Aru Tengah Selatan (Desa Gomo-Gomo dan Desa Mesiang) pada tanggal 3 s/d 5 September 2024.

Desa Mesiang
Desa Mesiang secara administratif masuk di Kecamatan Aru Tengah Selatan. Desa ini merupakan desa yang terletak di pesisir pantai yang secara geografis berbatasan dengan:
- Sebelah Timur berbatasan dengan laut
- Sebelah Barat berbatasan dengan Pulau Babi
- Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Jambu Air
- Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Bemun

Jumlah penduduk Desa Mesiang sebanyak 1.342 jiwa dan 325 kepala keluarga. Sebagian besar/mayoritas masyarakat Desa Mesiang bermata pencaharian utama sebagai nelayan dengan sampan maupun kedo-kedo sebagai transportasi untuk melakukan kegiatan penangkapan ikan. Transportasi kedo-kedo yang mereka gunakan dalam melakukan kegiatan penangkapan ikan sebagian besar merupakan bantuan desa dan sebagian merupakan milik pribadi. Potensi perikanan yang ada di Desa Mesiang seperti ikan bubara, ikan kerapu, ikan baronang, lobster, rumput laut dll. Hasil tangkapan tersebut dijual ke pengepul dan sebagian untuk dikonsumsi. Lokasi budidaya rumput laut berada disebelah barat Desa Mesiang dan jenis rumput laut yang dibudidayakan yaitu Eucheuma cottoni dengan menggunakan metode long line yaitu metode budidaya rumput laut di kolom air dekat permukaan perairan dengan menggunakan tali yang dibentangkan dari satu titik ke titik lain dengan panjang 25 – 50 m dan dilengkapi dengan pelampung dan jangkar. Rumput laut yang telah dipanen, dijemur dengan bantuan sinar matahari dengan meletakkan rumput laut pada para-para setinggi kurang lebih 80 – 90 cm dari permukaan tanah. Waktu pengeringan selama 4 – 5 hari tergantung intensitas cahaya matahari. Rumput laut kering dijual ke pengepul di desa dengan nilai jual Rp. 7.000/kg sedangkan jika lanagsung dijual ke Dobo Rp. 9.000/kg. Masyarakat pada umumnya akan beralih beraktifitas sebagai petani/berkebun bila tiba musim timur yaitu kondisi cuaca yang buruk (ombak dan angin kencang) sehingga masyarakat tidak dapat melakukan aktifitas penangkapan ikan.
Desa Gomo-Gomo
Desa Gomo-Gomo secara administratif masuk di Kecamatan Aru Tengah Selatan, yang secara geografis berbatasan dengan :
- Sebelah Timur berbatasan dengan laut
- Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Kobadangar
- Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Warabal
- Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Karey

Jumlah penduduk Desa Gomo-Gomo sebanyak 603 jiwa dan 120 kepala keluarga. Sebagaian besar/mayoritas masyarakat Desa Gomo-Gomo bermata pencaharian sebagai nelayan dan pengolah ikan asin/ikan balobo kering. Potensi perikanan yang ada di Desa Gomo-Gomo yaitu: ikan katamba, ikan kakap, ikan balobo, kepiting, lobster, dll.
Nelayan di Desa Gomo-Gomo merupakan pengolah ikan julung (Hemiramphus sp) atau di Kabupaten Kepulauan Aru lebih dikenal dengan sebutan “Ikan Balobo” dan ikan bulanak. Masyarakat pengolah ikan balobo mengolah produk tersebut secara tradisional dengan memanfaatkan sumberdaya yang ada di alam. Proses pengolahan ikan balobo kering sangat dipengaruhi oleh cuaca, jika masyarakat pengolah tidak dapat melakukan penjemuran ikan balobo maka masyarakat pengolah akan merugi. Jika penjemuran dilakukan lebih dari 3 hari maka kualitas ikan balobo kering sudah menurun. Hal ini merupakan permasalahan utama yang dihadapi nelayan pengolah ikan balobo. Nelayan pengolah ikan balobo di Desa Gomo-Gomo mampu memproduksi ikan balobo kering tiap bulannya berkisar antara 20 – 100 kg dengan nilai jual Rp.60.000/kg di tingkat pengepul di desa tersebut sedangkan jika langsung di jual di Dobo mencapai Rp.75.000/kg.